Dinas PUTR Metro Bebankan Setoran Proyek ke Kontraktor, Akibatnya Kwalitas Bangunan Buruk

245 views

Cyberlampung.com METRO – Sempat menjadi keluhan atau persoalan sejumlah rekanan saat proses lelang di ULP Metro tahun 2019, sejumlah pekerjaan fisik di Kota Metro mulai mengalami kerusakan.

Seperti pekerjaan pembangunan Median atau pembatas Jalan Pattimura, Kelurahan Banjarsari, Metro Utara yang dirasa merugikan rekanan saat proses lelang di ULP setempat. Proyek dari DPUTR Metro dengan nilai 1,3 M lebih ini selesai dikerjakan pada tahun 2019 lalu.

“Sempat dengar tahun lalu ada protes saat lelang. Tapi enggak begitu paham setelahnya. Hanya sebagai warga Kota Metro saya mengharapkan kualitas pembangunan ditingkatkan dan proses-proses sebelumnya juga harus dibenahi,” kata Ridho (35) warga di Kelurahan Banjarsari, Metro Utara, Senin (06/07/2020).

Menurutnya, kualitas pembangunan di Kota Metro dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Hal ini membuat warga mulai mempertanyakan kinerja dari pemborong atau rekanan. Termasuk sistem yang dilakukan, mulai dari penunjukan rekanan kerja secara langsung ataupun rekanan yang menang saat proses lelang.

“Kalau saya ini cuma warga biasa mas. Ya mungkin hanya bisa berharap dari pemerintah untuk memperbaiki sistem yang ada. Karena menurut saya, proses yang baik akan mendapatkan hasil yang berkualitas. Mudah-mudahan semua dapat diperbaiki dan kualitas pembangunan di metro dapat ditingkatkan lagi,” harapnya.

Dari pantaun, selain adanya kerusakan di beberapa titik pembatas jalan tersebut. Lubang-lubang di jalan juga mulai bermunculan. Diduga adanya pembangunan ini, aliran air saat hujan terhambat sehingga menjadi genangan.

Sementara itu, Idham salah satu rekanan proyek menjelaskan, kurang baiknya kualitas pembangunan di Bumi Sai Wawai diduga karena adanya setoran (Fe Proyek) yang harus dikelurkan oleh rekanan. Setoran yang dimaksud adalah untuk mengamankan rekanan yang ditunjuk menjadi pengantin saat proses lelang.

“Gimana kualitas pekerjaan akan baik jika rekanan sebelumnya sudah dibebani setoran 20% untuk setoran proyek. Belum lagi jika kontraktor ingin mendapatkan keuntungan juga. Bayangkan berapa persen uang rakyat yang dikorupsi. Dan kalau kita enggak ikut aturan mainanya, ya kita tidak mendapatkannya,” katanya.

Terkait hal tersebut, pihaknya berharap agar penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian dan kejakasaan di metro dapat segera bertindak. Karena jika dibiarkan, masyarakat yang terus menerus akan menjadi korban.

“Inilah mental-mental dari pejabat korup kita di Kota Metro hari ini. Untuk ini saya masih berharap agar kepolisian ataupun pihak terkait lainya mampu membongkar kasus dibalik buruknya pekerjaan proyek ini dengan lebih serius. Karena ini demi pembangunan Kota Metro kedepan lebih baik,” harapnya. (Ded)

Leave a Comment

Your email address will not be published.